TOEFL PREPARATION COURSE

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 April 2012

Pemerintah atau Pasar?


Diawali pengamatan Galbraith sebagai penganut tradisi Marx dan Schumpeter bahwa perkembangan dan pendewasaan konsep mekanisme pasar yang menurut pengamatannya memiliki ekonomi makro yang tidak stabil, ekonomi mikro yang tidak efisien dan tiadk mampu mengurangi kesenjangan social. Atas pandangan tersebut Galbraith mengusulkan pentingnya intervensi pemerintah dalam kkegiatan ekonomi untuk menjaga kestabilan dan efisiensi ekonomi serta peningkatan pemerataan.


Berbeda dengan Friedman, mempunyai pandangan yang bertolak belakang dengan pandangan Galbraith bahwa campur yangan pemerintah diluar urusan public (seperti pertahanan, dan ketertiban umum) akan menyebabkan tidak efisiennya penggunaan sumber daya, terhambatnya kemajuan ekonomi, terhambatnya mobilitas social dan akhirnya akan mengurangi kemerdekaan berpolitik.

Pandangan pro pasar yang diwakili oleh Friedman sebetulnya dilandasi oleh idealisasi model kompetisi pasar yang sempurna yang cenderung menuju keseimbangan yang penuh dari ekonomi secara keseluruhan (ekonomi makro) dan penggunaan sumberdaya yang efisien baik perorangan maupun perusahaan (ekonomi mikro). Pandangan ini didukung oleh fakta kemajuan ekonomi pasar negara-negara industri Barat dan Jepang.

Salah satu penyebab intervensi pemerintah adalah faktor kegagalan ekonomi pasar. Ada dua kriteria yang lazim digunakan untuk menilai system pasar dan non pasar, yaitu efisiensi dan pemerataan. Jika system pasar dapat melaksanakan sesuatu dengan biaya yang lebih murah dan system nonpasar atau jika system pasar dapat menghasilkan sesuatu yang lebih baik dibanding system pasar pada harga yang sama, maka system pasar tersebut dianggap tidak efisien.

Dari kedua kriteria diatas, isu pemerataan biasanya lebih dominan dibanding dengan isu efisiensi dalam menjelaskan kegagalan pasar sehingga isu inti biasanya didominasi pertimbangan dagi intervensi pemerintah yang ekstentif terhadap system ekonomi pasar.

Sabtu, 14 April 2012

Eksternalitas Ekonomi


Mari menganalisis eksternalitas ekonomi perkembangan wisata alam berkelanjutan pada kawasan Baturaden, Purwokerto Jawa Tengah.

Sector industry pendukung wisata seperti hotel dan restoran hanya menyumbang 2,2% terhadap produk domestic bruto (PDB) dalam pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah, sector wisata dipercayai mempunyai masa depan atau prospek yang bagus untuk perkembangan ekonomi regional. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan pada sector lain dan kesempatan kerja sebagai akibat pengaruh ekonomi secara berantai dari sector indsutri hotel dan restoran. Artinya, sector kemampuannya menyediakan kesempatan kerja bagi penduduk setempat.

Meskipun sector pariwisata belum menunjukkan pengaruhnya yang besar terhadap PRDB, tetapi diyakini akan menjadi andalan, terbukti dengan nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan sector primer seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pertambangan, dan kehutanan. Selain mendatangkan devisa, sector pariwisata dapat meningkatkan penanaman modal (investasi) dan merangsang pertumbuhan sector ekonomi lainnya karena perlu pasokan dari sector lainnya.

Peningkatan nilai tambahan atau permintaan akhir sector pariwisata diyakini akan menjadi andalan bagi wilayah Jawa Tengah untuk meningkatkan PRDB. Industri pariwisata dapat memajukan perekonomian daerah karena merupakan sector yang  padat karya, mempunyai daya serap yang besar terhadap tenaga kerja, serta mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.